Pembunuhan Gadis Sidoarjo Terencana, Disusun di Warkop, Dibunuh di Tol, Dibuang di Pacet Mojokerto

Penyidik Polres Mojokerto menemukan susunan fakta baru pembunuhan gadis Sidoarjo, Vina Aisyah Pratiwi usia 20 tahun asal Jalan Beringin Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong.

Fakta baru itu berdasarkan keterangan dari para pelaku, mulai penyusunan rencana pembunuhan, lokasi eksekui, hingga lokasi pembuangan mayat.

Termasuk, mereka juga menceritakan berbagi peran selama proses pembunhan terhadai Vina.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua pemuda sebagai pembunuh gadis Sidoarjo dan ditemukan di jurang di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rau (24/6/2020) petang.

Dua pemuda itu adalah Mas'ud Andy Wiratama (23) warga Beringin, Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Satu pelaku lagi adalah Rifat Rizatur Rizan (20) warga Jalan Trem Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Ternyata, pembunuhan itu sudah direncanakan.

Adapun motif pembunuhan itu dilatarbelakangi masalah utang piutang.

Korban memiliki utang sebesar Rp 40 juta kepada pelaku Mas'ud.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, kedua pelaku ini sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Pembunuhan itu direncanakan kedua tersangka di warung kopi di Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Di warung itulah mereka saling berbagi peran dan menyusun skenario pembunuhan.

Kata Dony, tersangka Mas'ud telah merencanakan akan membunuh korban jika yang bersangkutan tidak membayar utang senilai Rp 40 juta.

Pinjaman uang itu sejak Januari 2020 dan sudah berjalan enam bulan.

"Pelaku melakukan tindakan pembunuhan berencana ini berawal dari urusan utang piutang," kata Dony, dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Jumat (26/6/2020).

Lanjut Donny, setelah menyusun aksinya, kedua pelaku kemudian mengajak korban ke Lawang, Malang.

Saat berada di dalam mobil, korban yang duduk pada jok depan sisi kiri, kepalanya langsung dipukul dengan tongkat besi oleh Mas'ud.
Tak hanya itu, leher korban dijerat dengan tali tambang plastik, serta kepalanya ditutup dengan pakaian yang sudah dipersiapkan para pelaku.

Sambung Donny, setelah korban tak bernyawa, mobil yang dikemudikan Mas'ud terus melaju dari jalan Tol Singosari ke arah Batu.

Dari Batu, mobil jenis kendaraan pribadi itu melaju ke arah Pacet melalui jalur Cangar, jalur penghubung antara Kota Batu dengan Pacet, Kabupaten Mojokerto.Setelah korban menghembuskan nafas terakhir, korban ditarik ke belakang dan Rifat maju ke bagian depan.

Perjalanan diteruskan sampai ke wilayah Batu dan tembus ke wilayah Pacet, lalu korban dibuang di TKP," ungkap Dony.

Kedua pelaku, kata Donny, ditangkap di dua lokasi berbeda.

Saat ini keduanya sudah dtetapkan tersangka, dan sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolres Mojokerto.

Masih kata Dony, pihaknya mengamankan barang bukti berupa motor matic milik korban merek Honda Beat warna hitam ada stiker Backpacker Kediri pada Nopol AG 6889 CV dan helm KYT DJ Maru warna putih.

Selain itu, motor milik tersangka Rifat Honda CBR 150R. W 6958 UD dan mobil Daihatsu Ayla warna putih Nopol W 1502 NU milik tersangka Mas'ud dan barang bukti lainnya.

"Kami menemukan bercak darah di dalam mobil yang merupakan tempat membunuh korban," jelasnya.

Ditambahkannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan berencana ancaman maksimal hukuman mati yang minimal 20 tahun kurungan penjara dan atau Pasal 338 hukuman paling lama 15 tahun.

"Barang bukti yang kita miliki sehingga Pasal 340 KUHP pembunuhan dengan berencana bisa diterapkan dalam penyidikan kasus ini," pungkasnya.




SUMBER : KLIK

Tidak ada komentar untuk "Pembunuhan Gadis Sidoarjo Terencana, Disusun di Warkop, Dibunuh di Tol, Dibuang di Pacet Mojokerto"