Jokowi Dinilai Ngawur Membingungkan, Rakyat Dilarang Mudik, 500 Pekerja China akan Masuk Indonesia


Presiden Jokowi dinilai ngawur dan membingungkan rakyat

Di saat rakyat menderita karena wabah virus corona, lalu dilarang mudik Lebaran 2020, muncul kabar pemerintah izinkan 500 TKA China masuk Indonesia.

Masuknya TKA China dikhawatirkan justeru akan membawa virus corona.

Selain itu, Jokowi juga tak memberikan conton baik saat membagikan beras di tengah PSBB

//

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam mengatasi pandemi virus corona atau covid-19 semakin aneh, diskriminatif, dan membingungkan.

Sebab, pada satu sisi Jokowi melarang seluruh rakyat Indonesia mudik, tetapi di sisi lain terdapat sebanyak 500 TKA China yang sudah diizinkan akan masuk ke Sulawesi Tengah.

"Indonesia Police Watch (IPW) melihat sikap ngawur pemerintah tersebut bisa memicu konflik di masyarakat," ungkap Neta S Pane dalam siaran tertulis pada Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Neta S Pane menyebutkan, Jokowi melarang masyarakat untuk mudik lebaran.
Bahkan, Polri dikerahkan untuk menghalau meminta pemudik kembali ke DKI Jakarta.

"Anehnya pemerintahan Jokowi mengizinkan TKA China datang ke Sultra. Rencana kedatangan 500 TKA China di saat pademi Corona ini diungkapkan Gubernur Ali Mazi pada 27 April kemarin," jelas Neta S Pane.
"IPW akan melihat apakah Polri berani menghalau TKA China itu, seperti Polri menghalau bangsanya yang hendak mudik?" ungkapnya.

Jika aparat Kepolisian tidak berani menghalaunya, rakyat Sulawesi Utara katanya harus melakukan pagar betis untuk menghalau para TKA China dan memintanya untuk kembali ke negaranya.

Rakyat Sulawesi Utara ditegaskan Neta S Pane perlu mencontoh cara polisi menghalau pemudik di jalan tol.

Selain itu, Neta S Pane juga menyebutkan sikap ngawur Jokowi yang berkali kali membagi-bagikan beras di jalanan.

Akibatnya menimbulkan kerumunan massa yang bertentangan dengan prinsip Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terlebih, penyaluran bantuan di jalanan tersebut tidak ditegur ataupun dibubarkan oleh aparat Kepolisian.

"Padahal, jika masyarakat yang melakukan, polisi dengan cepat membubarkannya. Panitianya langsung mendapat teguran dan diminta meneken surat pernyataan agar tak mengulangi kegiatan serupa," jelas Neta S Pane.

"Seharusnya Polri juga menegur dan meminta Jokowi membuat surat pernyataan agar tidak mengulang kegiatan serupa," tambahnya.

Akan tetapi, lanjutnya, hal tersebut tidak dilakukan aparat Kepolisian.

Kepolisian, katanya, hanya berani pada rakyat kecil.

Padahal, lanjutnya, Jokowi sebagai presiden tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Sebagai presiden, Jokowi katanya cuma bisa meminta agar rakyat menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang bisa mengumpulkan massa.

"Tapi dia sendiri melanggar apa yang diucapkannya," tegas Neta S Pane.

Merujuk hal tersebut, IPW menilai Jokowi dapat memicu konflik baru.

Dirinya pun meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia untuk menegur Jokowi.

"IPW melihat sikap ngawur pemerintah di tengah pademi Covid 19 ini bisa menimbulkan masalah baru. Untuk itu DPR perlu menegur Jokowi agar tidak lagi membagi bagi beras di jalanan," jelas NEta S Pane.

"Sikap ngawur pemerintah ini sangat memprihatinkan. Selain bisa membuat pademi Covid 19 di Indonesia kian meluas, sikap ngawur itu juga bisa menimbulkan konflik baru di masyarakat," kata Neta S Pane.

                     BACA LEBIH LENGKAP KLIK 2X DISINI


SUMBER : KLIK

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul IPW Tuding Jokowi Ngawur, Larang Mudik Tapi Izinkan Ratusan TKA China Masuk Sulawesi Utara, https://wartakota.tribunnews.com/2020/04/29/ipw-tuding-jokowi-ngawur-larang-mudik-tapi-ijinkan-ratusan-tka-cina-masuk-sulawesi-utara?

Tidak ada komentar untuk "Jokowi Dinilai Ngawur Membingungkan, Rakyat Dilarang Mudik, 500 Pekerja China akan Masuk Indonesia"