Beredar di Medsos, Rencana Pemerintah Jokowi Berencana Aktifkan Mall dan Sekolah Bulan Ini

Beredar timeline pemulihan ekonomi Pemerintah Jokowi, mall dan sekolah buka di bulan ini, simak respon anggota Airlangga Hartarto.

Pandemi Virus Corona atau covid-19 membuat sendi kehidupan di Indonesia banyak tak beroperasi, seperti tempat wisata hingga sekolah.

Meski covid-19 belum sepenuhnya pergi, namun Pemerintah Jokowi tampaknya sudah punya rencana menormalkan kembali kehidupan di Indonesia.

Jajaran di Kemenko Perekonomian, yang dipimpin Airlangga Hartarto pun memberi penjelasan mengenai timeline yang beredar di media sosial, tersebut.
Foto skenario pemulihan ekonomi Indonesia beredar luas dan diperbancangkan di jagat maya. Foto tersebut menunjukan timeline beroperasinya kembali berbagai sektor.

Kementerian Koordinator Perekonomian menyampaikan, foto yang beredar luas tersebut merupakan bagian dari kajian awal pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan Pemerintah menjelang, selama dan pasca Pandemi Covid-19," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut, Susi menjelaskan kajian dilakukan pemerintah sebagai langkah antisipasi melakukan upaya-upaya yang diperlukan pasca pandemi Covid-19.

Saat ini, Kemenko Perekonomian disebut tengah melakukan pembahasan dengan berbagai kementerian dan lembaga lain untuk mematangkan kajian tersebut.

"Dalam waktu dekat Kemenko Perekonomian akan melakukan finalisasi atas Kajian tersebut, dan akan disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

Berikut isi kajian awal Kemenko Perekonomian tersebut:

1. Fase pertama, yang dilakukan pada tanggal 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada tanggal 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mall diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase empat 6 Juli 2020, difokuskan kepada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase lima 20 Juli dan 27 Juli 2020 evalusi fase 4 dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.

Presiden Ajak Berdamai dengan covid-19

Terbaru, Jokowi mengajak masyarakatnya berdamai dengan Virus Corona.

Diketahui, sebelumnya Jokowi memilih opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk mencegah penularan covid-19, dibanding lockdown atau karantina wilayah.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Ia juga mengatakan, beberapa ahli menyebut ada kemungkinan kasus pasien positif covid-19 menurun angkanya.

Tetapi, ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya," kata Jokowi.

Masyarakat dipersilakan beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan.

Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan," katanya.

"Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur," tandasnya.

Penelitian Singapura

Sebuah riset yang dilakukan oleh Singapore University of Technology and Design ( SUTD) menunjukkan, wabah covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 7 Oktober 2020.

SUTD merupakan salah satu universitas ternama di Singapura, yang berfokus pada kajian studi teknologi dan desain.

Hasil penelitiannya diungkap di situs web ddi.sutd.edu.sg, dengan update terakhir pada 5 Mei.

"Situs ini menyediakan pemantauan prediktif berkelanjutan covid-19 sebagai pelengkap pemantauan tradisional atau praktik prediksi tradisional," demikian keterangan yang tertera di bagian pengenalan.

Dalam penghitungannya, SUTD menggunakan model SIR (Susceptible-Infected-Recovered) yang dipadukan dengan data harian Virus Corona yang diperbarui dari berbagai negara.

Prediksi akhir wabah Virus Corona juga dicantumkan bersama prediksi pergeseran tanggal atau deviasi.

Dari pemodelan itu akan terlihat kurva siklus hidup pandemi dan tanggal berakhirnya secara teoretis, menurut kode-kode dari Milan Batista dan data dari Our World in Data.



Hasilnya, terlihat pandemi Virus Corona secara global diprediksi akan berakhir pada 20 Desember 2020 dan dapat bergeser 5,9 hari.

SUTD juga mencantumkan prediksi berakhir wabah covid-19 di Indonesia, yakni pada 7 Oktober 2020, dengan deviasi 14,9 hari.

Negara-negara besar lainnya juga turut dimasukkan dalam data SUTD. Berikut adalah daftarnya.


Amerika Serikat: prediksi berakhir 10 Oktober 2020, deviasi 7,4 hari.
Singapura : prediksi berakhir 29 September 2020, deviasi 48 hari.
Inggris: prediksi berakhir 16 September 2020, deviasi 6 hari.
Italia: prediksi berakhir 15 September 2020, deviasi 20,5 hari.
Arab Saudi: prediksi berakhir 11 September 2020, deviasi 22,1 hari.
India: prediksi berakhir 31 Agustus 2020, deviasi 11,2 hari.
Jepang: prediksi berakhir 30 Agustus 2020, deviasi 20,2 hari.
Perancis: prediksi berakhir 17 Agustus 2020, deviasi 2,1 hari.
Jerman: prediksi berakhir 16 Agustus 2020, deviasi 2,3 hari.
Spanyol: prediksi berakhir 11 Agustus 2020, deviasi 14,6 hari.
Namun SUTD mengingatkan, prediksi ini dapat berubah sewaktu-waktu, prediksi belum tentu tepat karena ada faktor alam.

Di situs web SUTD juga mencantumkan disclaimer, bahwa riset ini hanya untuk keperluan edukasi dan penelitian dan mungkin terdapat kesalahan.

Peringatan pun dituliskan yang berbunyi, "Pembaca harus menyikapi prediksi apa pun dengan hati-hati."

"Optimisme berlebihan berdasarkan perkiraan tanggal akhir berbahaya, karena dapat mengendurkan kedisiplinan dan kendali, menyebabkan virus dan kembali berputar, dan harus dihindari."




SUMBER : KLIK

Tidak ada komentar untuk "Beredar di Medsos, Rencana Pemerintah Jokowi Berencana Aktifkan Mall dan Sekolah Bulan Ini"