Dilema, bertahan di perantauan gak bisa makan pulang membahayakan


Dicegat Polisi Saat Pulang Kampung, Perantau: Kalau Tidak Pulang, Saya Makan Apa?
Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak dulu pulang ke kampung halaman alias mudik.
Namun, masih banyak warga yang nekat untuk pulang kampung karena satu dan lain hal. Sejumlah pekerja yang terpaksa dirumahkan karena virus corona, mau tak mau harus meninggalkan ibu kota dan kembali ke kampung halaman.
Jika mereka memilih bertahan di ibu kota, maka kehidupan dan biaya makan akan terancam, karena tidak adanya pemasukan. Alhasil, mudik pun jadi pilihan yang tepat, daripada harus kelaparan di ibu kota.
Tapi, seorang pemuda yang hendak kembali ke kampung halamannya dicegat oleh sejumlah petugas kepolisian. Pemuda yang memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) ini mengungkapkan keresehan hatinya, jika harus bertahan di rantauan tapi tak bisa makan.
"Saya sebenarnya tetap di sana, saya tidak mau pulang. Saya tau saya membahayakan keluarga di sana. Tapi kalau saya di sana saya makan apa?" teriak pemuda itu di hadapan polisi.
Di depan polisi, ia mengaku bahwa kepulangannya mungkin bisa membahayakan orang lain. Namun, ia tak memiliki alasan lain selain pulang ke kampung halaman.
"Saya sebenarnya tahu kalau saya pulang saya membahayakan orang sekampung kalau saya pulang. tapi kalau saya bertahan di sini, ada tidak yang menyediakan makanan saya?" jawabnya lagi.

Sontak saja banyak netizen yang memberikan berbagai tanggapan melihat video ini.
"Bener sih, bagi polisi mah enak dapet bulanan. Klo yg lain beda cerita. Kecuali jaminan hidup ditanggung pemerintah ya manut," komentar seorang netizen.
"Dilema, bertahan nggak punya uang nggak bisa makan dll," sambung netizen lainnya.

Tidak ada komentar untuk "Dilema, bertahan di perantauan gak bisa makan pulang membahayakan"